
Pemilihan di Puri Bintaro Hijau part deux…
Ditulis dalam Lingkungan Kita | Tag:Banten, Pemilihan, Puri Bintaro Hijau, rukun tetangga
Pemilihan di Puri Bintaro Hijau

Ditulis dalam Lingkungan Kita | Tag:Pemilu, Puri Bintaro Hijau, Rapat, rukun tetangga
Banjir bukan musibah
- Banjir bukan musibah
Ditulis dalam Lingkungan Kita | Tag:Banjir, Puri Bintaro Hijau
www.pbh512.com
Ditulis dalam Lingkungan Kita
SIFAT KEPITING
Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.
Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.
Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.
Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar. Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini…
tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.
Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak
2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.
…Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yach… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…
Tanpa sadari sebetulnya banyak kepiting-kepiting disekeliling kita yang secara tidak kita sadari telah menjadi “dream stealer” (pencuri mimpi) anda secara perlahan. Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.
SUKSES SELALU DAN TETAP BERKARYA ( Kalong318)
Ditulis dalam Lingkungan Kita
Sekali lagi…17-an….
Sebentar lagi agustus, itu tanda-tanda kegiatan 17-an akan ramai lagi di lingkungan.
Segala yang kemarin sudah dirancang tentunya tinggal tunggu action, setelah berhari-hari sepi dengan kegiatan, mulai bulan ini sudah ada desas-desus untuk bikin panitia, bikin acara kayak apa, lombanya hadiahnya apa dan tentunya event yang besar yang bisa dibikin apa dong!.
And then Panitia sudah dibentuk. Acara sudah dirancang. Proposal sudah disebar. Tinggal tunggu tanggal mainnya.
Ayo siap-siap! dan mainkan……
Ditulis dalam Lingkungan Kita
Menjadi Blog terpilih di ‘I Love mobile blogging’
http://www.nyambungterus.com/index.php?xl=Utama.berita&id=0640966163226af20082f311448506aa4e0a23b4
Sebenernya bukan niat buat jadi pilihan, tapi seperti spirit ketika membuat blog ini, yaitu membangun kebersamaan dan gotong-royong, banyak memberi dan tidak mengharapkan untuk meminta ( tapi kalau dikasih ya gak nolak…)…
Meski dengan konsep sederhana, apa adanya, bercerita sesuai apa yang dialami, dilihat, dan dirasa. Berbagi cerita dan kebersamaan, berbagi kisah dan kerukunan.
Akhirnya terima kasih buat teman-teman di Kalong 512 yang tetap memberikan support, teman-teman di PBH Community yang selalu bekerja bersama-sama. Buat panitia yang telah memilih blog ini. dan juga Indra Sanjaya (http://blogindra.sanjaya.org) yang mengojok-ojoki saya untuk mendaptar.
Tenkiu!
Choirul Anam aka Kalong 411
Ditulis dalam Kalong 512
Malam Silaturahmi Jalur Pemantauan 14.836.0
Menurut Rasulullah, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya Muhammad Baqir ra pernah mendapat wasiat dari ayahnya (Imam Zainul Abidin, ra). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku, “Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja. Pertama, Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan. Kedua, Orang Bakhil. Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.Ketiga, Pembohong. Karena ia akan menipumu. Karena ia akan senantiasa menipumu.Keempat, Orang Bodoh. Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu. Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahmi. Karenanya, janganlah berdekatan dengannya. *** Memutus tali silaturahmi adalah sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Dalam Q.S an-Nisa’: 1, Allah berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.”Dalam kitab Ahkam al-Qur’an-nya, Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: “Takutlah kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali silaturahmi”. Rasulullah pernah bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.” Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. [Mutafaq ‘alaih]Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang mengambil tanggungjawab atas suatu perkara, aku akan menjamin baginya empat perkara. Barangsiapa bersilaturahmi, umurnya akan dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surga. (Kanzul ‘Ummal).Menyambung silaturahmi wajib meskipun hanya dengan mengucapkan salam, memberi hadiah, memberi pertolongan, duduk bareng, ngobrol, bersikap ramah dan berbuat baik. Dalam suatu kegiatan forum komunikasi sekurity di perumahan puri bintaro hijau dalam suatu kesempatan membuat suatu acara yang bertema forum silaturahmi jalur pemantauan 14.836.0 yang di komandani oleh Bp. Budi selaku pencetus ide, sekaligus ketua Panitia pelaksanaan kegiatan tersebut.Dalam acara ini hadir kurang lebih 80 personel, yang terdiri dari jajaran Biru biru atawa Security yang terbagi dalam beberapa wilayah, diantaranya wilayah PBH, Palem Bintaro, Taman Mangu, Japos, Paninggilan, dan Pondok laka. Tentunya dengan adanya acara ini, akan menambah atau membina hubungan baik atara security. Hadir juga dalam kesempatan malam silahturami itu Bp. Wakapolsek Pondok Aren ( Marpaung ) di dampingi oleh Bp. Binamas ( Zaenal ). Bp. RT. 01 s.d 11 dan Bp. Ketua RW.12 yaitu Bp. Suyitno. Bapak Ketua RW. Palem Bintaro yaitu bapak Rembang dan masih banyak yang lainya yaitu untuk kordiantor security wiliayah.Dalam suatu sambutan yang di berikan oleh Bapak ketua megutip Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. [Mutafaq ‘alaih]’ Dalam isi suatu sambutanya lebih menekannya pentingnya membina hubungan silaturahmi. Dan juga menekankan bagaimana membuat suatu kordinasi yang lebih baik. Dalam acara ini tentunya mendapat sambutan yang sangat positif baik oleh warga sekitar, pengurus dan terutama dari pihak Kapolsek.Karena pada dasarnya warga akan merasa nyaman apabila lingkungannya bersih dan aman.Tidak lupa juga dalam sambutannya yang berikan oleh Bp.Wakapolsek pondok Aren menekankan pentingnya keamanan dan kerjasama antara keamanan setempat dengan pihak kepolisian setempat.dan juga ditekankan betapa pentingnya membina hubungan silaturahmi antar sesama. Dalam acara ini hadir juga Bp. Ustad Edi Nasirun yang ikut memberikan siraman rohani , yang salah satu isinya ceramahnya adalah “,yang dilakukan Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapat balasan di dunia berupa: kedekatan kepada Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan, rumahnya dimakmurkan, tercegah dari mati dengan cara tidak baik, dicintai Allah dan dicintai keluarganya. Dan yang terakhir sebagai acara pamungkas yaitu acara makan malam bersama dan diiringi dengan musik yang sedikit mellow. Salam sukses buat kita semua….86….( Budi kalong318)
Ditulis dalam Lingkungan Kita
Kebersamaan
sekedar kata
kebersamaan
temen temenku sekarang, ndak asyik. Payah…culun culun .gak kayak tim kampret….mereka ada kalau mereka lagi butuh aku aja. ketika aku butuh mereka, mereka hilang ndak jelas. Aku merindukan kawan kawan lamaku. mereka lebih bisa saling pengertian.aku merindukan kawan kawan kampret….Sebenarnya aku merasa berat untuk meninggalkan teman teman…tapi mau gimana..keadaan berkata lain….Terus terang….Kami baru merasakan tinggal betah ya di sini di Puri Bintaro ini.tempat yang lain..kami ya biasa aja…Gak tau ya kenapa…rasanya kok berat banget kami berpisah dari teman teman….makanya..doakan kami ya..biar sukses..nanti kami beli tanah sebelah ini. Biar kita bisa gabung lagi……. ( Padahal baru satu tahun kami tinggal..tapi serasa udah berpuluh puluh tahun….Kawan….mudah mudahan jarak bukan lagi merupakan pemisah diantara kita….kami senantiasa merasa…kalian masih ada dalam bagian hidup kami…selamat berjuang kawan….perjuangan kita masih panjang….hidup kampret….jangan pernah lupakan kebersamaan kita….terlalu banyak kenangan diantara kita…itulah yang bisa menyatukan kita…..)kutipan obrolan by phone dengan seorang kawan dekat. iya, sebuah curhat, curhat seorang kawan yang jauh Pulau Sumatra sana.Perbatasan antara Lampung dan Palembang. menurut kalian, darimana seh lahirnya sebuah kebersamaan itu? sama sama gilakah? atau karena senasib sepenanggungan ya? mari kita coba untuk ditelaah lebih jauh, kita ambil case saya dengan gerombolan para anggota kampret ( atawa kalong 512 ) itu.
- kami seumuran, range perbedaan sekitar 3 – 4 tahunan
- tinggal di BTN ( Bayar Tapi Nyicil ) di daerah yang sama . Sama – sama kena banjir..(hik..hik… kacian amat….Bayar Tapi Nyicil Tapi Banjir ..) Puri Bintaro Tercinta yang penuh kenangan.
- Rumahnya kebanjiran semua.
- sama sama berasal dari dusun. hanya beberapa yang berasal dari kota.
- sama sama baru terbebas dari kontraktor ( kontrak sana kontrak sini )
- sebagian besar berasal dari keluarga seadanya dalam segi ekonomi. ndak kaya, kekurangan juga tidak (alhamdulillah).
- sama sama baru mempunyai anak yang masih kecil kecil..( Keluarga muda ) dan rata rata mempunyai dua anak. ( Korban ..program KB..Hik..Hik..)
itu menurut saya seh, sekedar mencari cari hal hal yang sama diantara kami. tapi kalo diliat liat, didenger denger, dirunut runut, alasan kenapa kami bisa dekat ya karena kami merasa senasib dan sepenanggungan. Apalagi sama sama jauh dari sodara…( ndak ada siapa siapa….yo wes…klop sudah….kondisi inilah yang memaksa kami untuk saling bertemu. yang jelas, aku merasa kawan kawan yang aku temukan selama tinggal di perumahan puri bintaro hijau , orangnya enak ..asik asik…apalagi komunitas kampret…wah…gak ada kata laenya..cuma satu kata edun….poko..e….mainkan
jadi, kesimpulannya adalah, Puri Bintaro hijau….OC…..tetap pertahankan…kondisikan……86…..
Ditulis dalam Lingkungan Kita
Indahnya Kebersamaan
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan … “
“Teman adalah anugerah dari Tuhan yang dianugerahkan kepadamu, maka rawatlah ia sebaik-baiknya”
Manusia adalah makhluk sosial, dimana ia selalu membutuhkan orang lain dalam mengisi hidupnya. Setidaknya itulah yang diajarkan oleh orang tua kita , yang selalu berharap agar kita senantiasa bisa hidup berdampingan dengan damai. Karena pada dasarnya dalam mengisi hidupnya manusia membutuhkan orang lain disekitarnya. Takkan ada seorangpun manusia yang mampu hidup sendiri, ia senantiasa membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saya kira takkan ada manusiapun yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri mulai dari makan, pakaian, dll. Kebersamaan dengan saudara, keluarga dan kerabat dapat menjadikan hidup kita lebih berarti. Itulah indahnya sebuah kebersamaan.Karena kebersamaanlah, Kami merasakan bahwa hidup kami ini tidak sendiri. Manakala ada diantara kami dalam kesusahan, maka satu diantara kami saling menghibur, sehingga kami tidak merasakan kesusahan itu. Juga ketika kami dalam keadaan senang, maka kesenangan itu bukan buat kami sendiri, kami berbagi. Karena prinsip dalam hidup ini, janganlah banyak meminta, karena kita semakin banyak meminta kita tidak akan mendapatkan apa apa. Hidup adalah berbagi. Kalau kita saling berbagi dan semua berbagi …maka semua tanpa meminta akan mendapatkan sesuatunya. Segala keadaan kita tanggung bersama, keterbatasan pun kita carikan solusinya. Ketidakhadiran keluarga dan orang terdekat masih bisa tergantikan oleh rekan—rekan yang membantu mengisi hari-hari yang cukup penat oleh pekerjaan dan kesendirian. Karena kehadiran rekan dan saudara kira mempunyai pengganti keluarga yang nun jauh di negeri sana. Canda tawa kita bagi bersama-sama untuk sebagai hiburan dalam hati yang kadang memuncak kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Konflik menjadi bumbu penyedap bagi sebuah hidangan senyum dan tawa dalam sebuah harmoni keluarga. Rasa senasib dan sepenanggungan membuat kita tidak egois dalam berpikir dan bersikap. Dan semuanya menjadi sebuah pelajaran kehidupan agar mampu lebih dewasa dalam menjalani hidup. Perasaan bahwa masih ada saudara kita di sini, menjadi kunci bagi kita agar tetap survive dalam segala cuaca kehidupan. Tenggang rasa, empati, belajar untuk lebih mengenal dan memahami saudara kita benar2 teruji di sini. Mengelola emosi agar tidak mudah terpancing oleh kelakuan saudara kita harus dijalani. Bagaimana memperluas hati kita terhadap segala kelakukan saudara kita mutlak dilakukan. Dan kita pun harus belajar bagaimana menempatkan diri dan bersikap terhadap orang lain. Mengingat kelakukan yang sama bisa berbeda penafsiran untuk orang yang berbeda. Bahkan kelakuan yang sama untuk orang yang sama pun bisa dipahami berbeda bila sikonnya berbeda pula. Dengan interaksi yang hampir selama 24 jam kita bisa lebih mengenal bagaiman sih si A itu, apa sih kesukaan si B, dsb. Dengan keadaan yang ada kita belajar untuk tidak egois, hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga belajar apa akibat tindakan kita terhadap orang lain.
Hidup di sini dibutuhkan suatu kreativitas, agar tidak jenuh. Bagaimana tidak, tiap hari rutinitasnya pagi berangkat kerja jam 6.00, pulang sekitar jam 18.30 malam, lalu istirahat, besoknya seperti itu mulai hari senin sampai jumat bahkan sabtu atau ahad.yang ditemui senin sampai hari jum’at adalah kemacetan ..macet…macet….yang akibatnya, kalau kita gak bisa mengendalikan diri, wah resikonya ya setres……Lho nek sters..yo repot.. Dengan kondisi yang hampir sama kita hadapi. Salah satu alasan itulah yang menjadikan saya dan rekan-rekan membuat beragam upaya untuk tidak sekedar tingal disini.Namun kami berusaha untuk membuat sesuatu yang jauh lebih berarti….dengan segala kreatifitas yang muncul.. hal itu yang menjadikan hidup kami terasa lebih berarti. Dan alhamdulillah, beberapa program sudah terlaksana, meski dengan berbagai kekurangan. Karena pada dasarnya “ Bersama Kita Bisa “.Budi kalong 318
Ditulis dalam Lingkungan Kita


