Oleh: kalong512 | Februari 18, 2008

Persiapan KPU RW 012 Puri Bintaro Hijau

Setelah ditunjuk / dipercaya sebagai ketua TIM Pemilihan ketua RW ,Pada bulan februari menjelang maret, tepatnya setelah kejadian banjir di th 2008 Bp. Budi sebagai ketua KPU RW 012 bergerak cepat dan berkordinasi untuk membentuk suatu kepengurusan kepanitiaan Pemilihan RW 012. Dan Alhamdulilah kepanitiaan dapat terbentuk dan berjalan dengan lancar.

Rapat pertama membahas mengenai aturan main atau pasal pasal yang di perlukan Sesuai dengan kebutuhan. Alhamdulilah rapat pada pertemuan pertama berjalan dengan lancar. Setelah Panitia membahas mengenai pasal pasal atau aturan main dalam suatu pemilihan pembicaraan dilanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu membahas mengenai berapa besarnya dana yang diperlukan. Mengingat besar kecilnya suatu kegiatan pasti memerlukan dana. Rapat berjalan sesuai dengan agenda dan alhamdulilah semua panitia yang hadir sepakat dengan anggaran yang diperlukan dalam kegiatan pemilihan ketua RW tersebut.

Sebelum rapat berakhir, panitia merapatkan barisan untuk suatu kata sepakat, Untuk membentuk suatu kepengurusan yang Solid. dan yang paling penting adalah Tim Kampret ” kalong 512 ” yang tetap eksis dan tetap solid.

Oleh: kalong512 | Januari 3, 2008

.::Bakar-bakaran di hujan grimis::.

Malem taon baruan emang moment paling ndak bisa diliwatken. sudah jadi tradisi deh buat ngalong bersama sampai pagi. dengan predikat plus-plus tentunya. soale biasa malem libur kita ngalong hanya dihadiri oleh para perjaka dan mantan perjaka, klo malem taon baruan gini dimeriahkan oleh semua yang merasa kuat melek, gak peduli kampret bayi…kampret yunior..kampretwan dan kampretwati..alias semua hadir..dir..

Yang biasa cman longak-longokpun mau ndak mau ikutan gabung meramaikan acara.

gimana gak ngiler meski acara tipi berlomba-lomba bikin acara bagus-bagus…dari sore dah tercium aroma gosong…dan kabut berkibar-kibar di pojokan…

tentunya itu bukan kebakaran karna emang pada sengaja bikin undangan lewat bau…areng-kertas-mercon mejen-sampe kaso sisa dibakar-bakar…lah tau sendiri klo pas grimis..dikipasi ..lak ya baunya sampe kmana-mana dan asepnya tebel beterbangan mampir ke rumah-rumah…

memang cuaca ndak bersahabat tenan kmaren itu..tapi mekso..wong sudah belanja sgala macam bahan dan benda yang bisa dibakar mosok musti kalah cman sama hujan…

tentunya dengan memanfaatkan emperan rumah..teras dan payung gratis..acara teteup harus dilaksanaken….

mulai dari jagung-ikan-ayam-pisang – sampe terong gak ada yang ndak dibakar…( untung salak-nya gak keikut kebakar…rasane gimana yakk ’salak bakar’…)

acara tambah meriah tentunya dengan bergabungnya gerombolan pengamen dadakan…( ngamen diupahi ayam bakar )… dengan berbekal gitar listrik dan ampli andalan pak Faqih..sgala macam lagu dari jaman jadul sampe masa kini sukses menghibur yg lagi pada sibuk nungguin bakaran….

tak terhitung juga sgala macam kembang-api…petasan ..sampai cleret ( gak tau istilahnya opo..pokoke dibakar nyala)…sori pak agung..kebrisikan yakk “new baby born” nya..

acara memang gak afdhol klo cman sbentar ..seperti sudah tradisi…harus bubar klo P. haji sudah adzan subuh…tanda2..kudu pindah ke musholla…

” Selamat Tahun baru 2008 “…bikin apa lagi kita..;;)

NB : sementara poto2 menyusul..maklum posting nunut di server..secara akses ‘warnet gratis’ sudah tidak sebebas bulan2 kmaren…

Oleh: kalong512 | Desember 21, 2007

Potong Sapi, potong kambing,…

Idul Qurban 1428 H, kembali dirayakan warga PBH bersama-sama, diawali dengan sholat Ied bersama di lahan Masjid dan dilanjutkan dengan pemotongan sapi sumbangan dari developer.

Di Musholla An-Nuur sendiri, dilaksanakan pemotongan kambing yang pada Idul Adha kali ini berjumlah 35 ekor plus 3 ekor hasil urunan warga.

Tentunya ini adalah kesekian kalinya jamaah Musholla An-Nuur bergotong royong untuk memotong dan membagi-bagikan hewan qurban yang telah disembelih.

Sementara itu dari pihak tim konsumsi sudah menyiapkan hasil masakannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya warga melakukan patungan untuk membeli kambing yang akan dimasak dan dimakan bersama-sama di musholla.

Sekitar pukul 11.30 semua sudah selesai dipotong tinggal mengatur pembagiannya. Setelah tersusun rapi dalam kantong berjumlah 400, kemudian mulai dibagikan ke warga sekitar yang telah mendapat kupon, dan sebagian ke seluruh warga di RT 05, RT 07 dan RT 10.

Tuntas sudah tugas panitia Idul Qurban kali ini, yang diketuai oleh Bp. Agung Sedayu.

Dan malam harinya, bisa ditebak, aroma sate dan masakan mulai tercium di rumah-rumah warga. Sebagian warga bahkan memasak dan membakar Sate bareng di beberapa tempat.

Semoga makna Idul Adha kali ini bisa dirasakan semua warga, untuk saling peduli kepada sesama, untuk selalu saling bekerja-sama, menjaga silaturahmi, kerukunan dan kekompakan.

Selamat Idul Adha 1428 H.

Oleh: kalong512 | November 12, 2007

Halal Bil Halal 512

Di akhir bulan Syawal 1428 H kemarin, kembali RT 05 mengadakan acara Halal-bil_halal.

Selain sebagai sarana silaturahim tentunya diadakannya acara tersebut adalah sebagai agenda tetap bagi pengurus RT 05 RW 12 Puri Bintaro Hijau.

picture-236.jpgSeperti yang sudah-sudah acara tersebut sudah dirancang jauh-jauh hari, maka Panitia yang kali ini dikomandani Bp. Erri Setiawan berusaha membuat setting tempat agar tidak terganggu oleh cuaca yang mulai hujan. Dan juga persiapan sebagai penampilan acara dipersiapkan tentunya yang bernuansa agama.

Acara Halal-bil-halal tahun ini tentunya masih berusaha menampilkan potensi-potensi yang ada dari warga RT 05, baik untuk anak-anak, Remaja, dan orang-tua.

Terlihat mulai dari membuat setting panggung-mempersiapkan tempat-mempersiapkan acara semua sibuk selama seminggu kemarin.

Tetapi memang kita hanya bisa berencana, pada saatnyapicture-274.jpg hujanpun tetap turun, meskipun beberapa warga dan undangan sudah hadir, acara harus dimulai menunggu hujan reda. Even it’s raining day, the show must go on.

Dimulai dengan pembacaan Ayat-suci-Al-Qur’an, penampilan tari anak, vokal group remaja dan juga tim kesenian dari pengurus sendiri.

Yang menjadi daya tarik tentunya adalah penampilan Marawis, karena selama ini anak-anak hanya tampil di acara-acara musholla. Tentunya kali ini adalah penampilan mereka pertama di ajang diluar musholla.

picture-307.jpgAcara inti tentunya adalah tauziah yang kali ini disampaikan oleh ust. Edy Nasirun, yang mengingatkan kepada kita untuk kembali syawal, kembali meningkatkan amal ibadah setelah romadhon selesai, kembali mengunjungi majlis ilmu, dan kembali meningkatkan dasar pengetahuan agama agar tidak terpancing adanya penyimpangan yang marak akhir-akhir ini.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.

Semoga silaturahim selalu kita bina, kekompakan selalu dijaga, dan kerja-sama dan gotong royong mewarnai hari-hari kita di RT 05.

Dokumentasi Acara

Oleh: kalong512 | Oktober 26, 2007

Rejeki Mudik 2007

Biar nuansa mudik dah lewat, ndak ada salahnya berbagi kesan…

Akhir romadhon 1428H kemaren, tepatnya tanggal 10 Oktober 2007, sebagian warga RT 512 PBH berkesempatan menikmati enaknya mudik gratis yang difasilitasi oleh salah satu bank bumn.

Tentunya karena mudik gratis..pesertanya yo buanyake eram, jadi berangkat kudu dari tempat yang luwas yaitu di PRJ.

Kira-kira ada 100 bis yang disediakan dengan peserta sekitar lima ribu orang, semua bajunya kudu sama, topinya sama..pake payung sama dan kalungan name-tag yang bentuk dan warnanya sama..(klo nama dan tujuan pasti beda-beda lah).

100_15531.jpgdari RT 512 sendiri ada 3 keluarga (Masanam and family, Faqih beserta keluarga, Agus Pizzaro kaliyan garwo lan putro) ditambah 2 pengiring…Mas Dwi dan Mbak Puji…abis sholat subuh…pagi uthuk²….berangkat bergandengan tangan (eh nyarter mobil denk)..menuju PRJ

Nyampe PRJ lakok mak bedunduk sudah buanyak manusia kembar, padahal masih pagi wong jam tangan menunjukkan pukul 8 liwat sikit.

Tentunya karna gratis dan peserta datang dari berbagai penjuru dan pelosok jakarta jadi diperkirakan pasti nunggu lama (rencana berangkat jam 13.00 je). Perasaan wah bakalan BeTe bin suntuk neh klo suruh nunggu lama..

Tibaknya di PRJ sudah dipersiapkan dengan rapi jali ..oleh panitia…tenda100_15601.jpg gede, panggung, kursi jentrek-jentrek, arena bermain dan serangkaian acara dengan door prize menarik. Tak lupa barisan Bis (AC semua loh) yang sudah baris sesuai nomor urut dan tujuan yang siap mengantar ke berbagai tujuan di jawa dan sumatra.

Salut buat panitia, terutama EO -nya. Terus terang dalam kondisi banyak orang gitu kita dibikin gak kebingungan buat registrasi, nyari tempat duduk, nyariin bis dan jalan² muteri PRJ…sambil liat berbagai stand.

100_15721.jpgAnak-anakpun dibuat betah dengan disediakan Arena bermain, naek bendi, atraksi dari badut-badut lucu…pantomim…sepeda tunggal..dan lain-lain…(sekali lagi Catat… semua …free of charge alias Gratis!. ..malahan bisa dapat souvenir klo menang.)

Di panggungpun juga dihibur oleh artis lokal dengan bintang tamu Didi Kempot..sekali lagi…full doorprize..asal mau maju dan berani malu….hehe..

Setelah beberapa acara seremonial, dan sambutan (katanya dilepas oleh Foke…cman gak sempet liat…karna keburu naek bis..hehe…) secara beriringan bis meninggalkan lokasi jam 13.30 ( biasa ..)…menuju tujuan masing-masing.

100_15811.jpgSempet ngobrol² dengan supervisor Bis ..(dari EO-nya) dan acung jempol buat dia (namane sopo lali hehe)…karna dia bener² tegjejewebe dan kasih support buat penumpang..(kebetulan ada salah satu peserta yang mempunyai penglihatan kurang jelas…..bener² di guide ama dia,..dianter jemput..ketika naek-turun bis, istirahat…dan makan….(eeeh makannya juga gratis loh)….

Perjalanan bener-bener nyaman, bahkan sempat beberapa kali berhenti karna melayani ibu-ibu yang belet pipis…dan nungguin bapak-bapak yang ngopi…(jarang naek bis AC kalee…hehe)..

Perjalanan lancar-car..di jalan sempet ketemu ama rombongan lain (extra-joss dan PDIP) yang sama-sama berangkat dari PRJ….

akhirnya 11 oktober 2007..kamis pagi..bis tiba di Yogyakarta…

Terimakasih….BNI…terimakasih…Sebelas-duabelas….moga-moga tahun depan bisa ikut lagi…;;)

 

Oleh: kalong512 | Oktober 20, 2007

Iedul Fitri di 512

Allaahu Akbar….Allaahu Akbar…Allaahu Akbar…

Setelah menunaikan puasa selama satu bulan, maka tibalah hari kemenangan, hari fitri, kembali kepada kesucian.

Panitia sholat Ied kali ini mengadakan pelaksanaan sholat ied di lahan masjid. Tentunya dengan maksud dan niat untuk mensosialisasikan bahwa di lahan tersebut akan dibangun Masjid Puri Bintaro Hijau. Dan juga untuk menyatukan jama’ah yang ada di wilayah Puri Bintaro Hijau. Semoga dengan diadakannya Sholat Ied bersama-sama di satu tempat menambah kerukunan seluruh warga.

Meskipun sempat diwarnai hujan rintik-rintik, pelaksanaan sholat Ied dihadiri oleh sebagian besar warga Puri Bintaro Hijau dan warga sekitar.

picture-094.jpgUsai sholat Ied yang  diadakan di lahan masjid Puri Bintaro Hijau, maka seluruh jama’ah langsung mengadakan salam-salaman, saling memohon maap, saling mengucapkan selamat iedul fitri.

 

Di RT 512 sendiri dilanjutkan dengan berkeliling silaturahimpicture-096.jpg ke rumah-rumah warga, saling kunjung, saling mengajak untuk berkeliling. Tentunya tak lupa diselingi dengan menyicipi hidangan kue lebaran dan opor ketupat yang disajikan masing-masing rumah. 

picture-051.jpgSemoga dengan berakhirnya romadhon tidak mengendurkan semangat untuk tetap meningkatkan amal ibadah. Memasuki bulan syawal, satu babak baru harus dimulai.

Barangsiapa yang amalnya pada hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka mereka termasuk orang-orang beruntung; dan barangsiapa yang amalnya hari ini sama dengan hari kemarin, maka mereka termasuk orang-orang yang rugi.  

Oleh: kalong512 | Oktober 3, 2007

Silatuhrahim……

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA MERUPAKAN SILATURRAHIM YANG PALING UTAMA

Bersilaturrahim dan berbuat baik kepada orang tua merupakan ajaran yang menjadi ketetapan Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman:

     ”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (Al-Isra’: 23)

Wa Qadha Rabbuka berarti suatu perintah yang lazim tidak bisa ditawar-tawar lagi dan Alla Ta’budu Illa Iyahu berarti perintah ibadah yang bersifat individu.

Allah menghubungkan beribadah kepada-Nya dengan berbuat baik kepada orang tua menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua dan birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua) di sisi Allah.

Secara naluri orang tua dengan suka rela mau mengorbankan segala sesuatu untuk memelihara dan membesarkan anak-anaknya dan anak mendapatkan kenikmatan serta perlindungan sempurna dari kedua orang tuanya.

Seorang anak selalu merepotkan dan menyita perhatian orang tuanya dan tatkala menginjak masa tua mereka pun tetap berbahagia dengan keadaan putra-putrinya, akan tetapi betapa cepat seorang anak melalai-kan semua jasa-jasa orang tuanya, hanya disibukkan dengan isteri dan anak sehingga para bapak tidak perlu lagi menasihati anak-anaknya hanya saja seorang anak harus diingatkan dan digugah perasaannya atas kewajib-an mereka terhadap orang tuanya yang sepanjang umurnya dengan berbagai kesulitan dihabiskan untuk mereka serta mengorbankan segala yang ada demi kesenangan dan kebahagiaan mereka hingga datang masa lelah dan letih.

Maka berbuat baik kepada kedua orang tua menjadi keputusan mutlak dari Allah dan ibadah yang menempati urutan kedua setelah beribadah kepada Allah.

     ”Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliha-raanmu”. (Al-Isra’: 23)

Kibar atau kibarul sin artinya berusia lanjut, umur sudah mulai menua, punggung sudah mulai membung-kuk dan kulit sudah mulai keriput. ‘Indaka yang berarti pemeliharaan yaitu suatu kalimat yang menggambarkan makna tempat berlindung dan berteduh pada saat masa tua, lemah dan tidak berdaya.

Allah Ta’ala berfirman:

     ”Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka”. (Al-Isra’: 23)

Seakan-akan Allah berfirman; Bersopan santunlah kamu kepada orang tua! Dengan demikian ayat tersebut mengajarkan sikap sopan agar seorang anak tidak menunjukkan sikap kasar serta menyakitkan hati atau merendahkan kedua orang tua.

Allah Ta’ala berfirman:

     ”Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Ini tingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu keharusan bagi anak untuk selalu mengucapkan perkataan yang baik kepada kedua orang tua dan memperlihatkan sikap hormat serta menghargai.

Allah Ta’ala juga berfirman:

     ”Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang”.

Seolah-olah sikap rendah diri memiliki sayap dan sayap tersebut direndahkan sebagai tanda penghormatan dan penyerahan diri dalam arti sikap rendah diri yang selayaknya diperintahkan kepada kedua orang tua, seba-gai pengakuan tulus atas kebaikan dan jasa-jasanya.

Allah Ta’ala berfirman:

     ”Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku kasihilah me-reka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil“. (Al-Isra’: 24)

Penyebutan kondisi masa kecil yang lemah yang membutuhkan perawatan dari kedua orang tua meng-ingatkan kepada kondisi yang sama yang sedang dialami orang tua tatkala menginjak lanjut usia yang selalu membutuhkan kasih sayang dan perawatan semisal. Lalu memohon kepada Allah agar bisa memberi belas-kasih kepada mereka berdua sebagai pengakuan atas kekurangan dalam memberi kasihsayang secara sem-purna dan hanya Allahlah yang bisa memberi kasih-sayang atau perawatan yang sangat sempurna serta hanya Dialah yang mampu membalas semua kebaikan dengan sempurna yang tidak mungkin bagi anak untuk melakukannya.

Bukti kasihsayang Allah banyak sekali yang tampak pada makhluk lain. Suatu contoh cahaya mata-hari yang menyinari alam semesta, udara yang dihirup manusia melalui proses paru-paru, air berfungsi untuk minum, masak dan menyiram tanaman dan kasih sayang ibu terhadap anaknya yang muncul secara fitrah sebagai bukti nyata kasih sayang Allah Rabb semesta alam.

Orang mulia dan baik kepada kedua orang tua akan selalu tahu kedudukan serta kemuliaan orang tua, dia merasakan tatkala mencium tangan ibu atau bapak-nya seolah-olah dia bersujud dengan ruh dan perasaan-nya laksana bersujud kepada Allah, dia mendapatkan jati diri yang sebenarnya sebagai suatu rahasia dalam kehidupan. Semua itu menjadi bukti penghargaan dan penghormatan kepada kedua orang tua. Allah Ta’la berfirman:

     ”Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya . Dan jika kedua-nya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti ke-duanya”. (Al-Ankabut: 8).

Orang tua adalah kerabat terdekat yang mempu-nyai jasa yang tidak terhingga dan kasih sayang yang besar sepanjang masa sehingga tidak aneh bila hak-haknya juga besar.

Seorang anak wajib mencintai, menghormati dan memelihara orang tua walaupun keduanya musyrik atau berlainan agama, keduanya berhak untuk diberi kebaik-an dan pemeliharaan bukan mentaati dan mengikuti kesyrikan atau agamanya. Allah Ta’ala berfirman:

     ”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang ber-tambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (Luqman : 14)

Disebutkan berulang-ulang serta banyak sekali wasiat untuk seorang anak agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya di dalam Al-Qur’an dan wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak disebutkan wasiat orang tua untuk berbuat baik terhadap anaknya kecuali sedikit.

Karena kebaikan dan pengorbanan orang tua beru-pa jiwa, raga dan kekuatan yang tak terhitung tanpa berkeluh kesah dan meminta balasan dari anaknya, secara fitrah(naluri) sudah cukup sebagai pendorong kedua orang tua untuk bersikap demikian tanpa ditekan dengan wasiat. Adapun anak harus selalu diberi wasiat dan diingatkan agar senantiasa ingat akan jasa-jasa orang yang selama ini telah mencurahkan jiwa dan raga serta seluruh hidupnya dalam membesarkan dan mendidiknya. Apalagi seorang ibu selama mengandung mengalami banyak beban berat sebagaimana firman Allah Ta’ala (ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah), ibu lebih banyak menderita dalam membesarkan dan mengasuh anaknya, dan penderitaan di saat hamil tidak ada yang bisa merasakan payahnya kecuali kaum ibu juga.

Al-Bazzar meriwayatkan hadits dari Buraidah dari bapaknya bahwa ada seorang lelaki yang sedang thawaf sambil menggendong ibunya, lalu dia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Apakah dengan ini saya sudah menunaikan haknya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Belum! Walaupun se-cuil“.

Dari Al-Miqdam bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah berwasiat agar kalian berbuat baik kepada ibu-ibumu, sesungguhnya Allah berwa-siat agar berbuat baik kepada bapak-bapakmu dan sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian agar berbuat baik kepada sanak kerabatmu”. (Dishahih-kan oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah)

Anak adalah bagian hidup dan belahan hati orang tua, kasih sayangnya mengalir di dalam darah daging keduanya.

Dari ‘Aqra’ bin Habis sesungguhnya dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencium Hasan, lalu dia berkata: “Sesung-guhnya saya mempunyai sepuluh orang anak dan saya tidak pernah mencium seorangpun di antara mereka. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya barangsiapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayang”. (Muttafaq ‘alaih)

Al-Ahnaf bin Qais rahimahullah ditanya tentang masalah sikapnya terhadap anak, maka beliau menjawab: Anak adalah buah hati, belahan jiwa dan tulang punggung, kita rela terhina bagaikan bumi rela diinjak demi mereka dan bagaikan langit yang siap menaungi hidup mereka dan kita siap menjadi senjata pelindung bagi mereka dalam menghadapi marabahaya. Jika mereka minta sesuatu kabulkanlah dan bila marah cari sesuatu yang menye-nangkan hatinya, maka mereka akan membalas kasih sayangmu dan berterimakasih atas setiap pemberian-mu. Janganlah kalian merasa berat dan terbebani oleh anakmu, sebab mereka akan mengacuhkan hidupmu dan menghendaki kematianmu serta segan mendekati-mu.

Apabila seorang anak di mata orang tua keduduk-annya seperti itu, seharusnya anak menempatkan posisi orang tua tidak kurang dari itu dalam menghormati dan memuliakan orang tua mereka sebagai bukti balas budi dan pengakuan terhadap kebaikan yang telah didapat dari orang tua. Di samping tetap melestarikan kewajiban silaturrahim kepada mereka berdua sesuai ketentuan Kitabullah.

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tiga macam doa yang pasti terkabulkan; doa orang tua untuk anaknya, doa orang musafir dan doa orang yang teraniaya”. (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, Al-Albani).

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta izin untuk ikut serta berjihad, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Dia berkata: “Ya, masih hidup“. Beliau bersabda: “Maka berjihadlah dalam (menjaga) keduanya”.

Dari Abu Bakrah berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?” Kami menjawab: “Ya wahai Rasu-lullah”. Beliau bersabda:

“Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau waktu itu bersandar, maka terus duduk dan bersabda: “Ketahuilah, dan perkataan dusta”. (Shahihul Jami’)

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Apakah amal yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya.” Saya bertanya: “Lalu apalagi?” Beliau bersabda: “Berbuat baik kepada orang tua”. Saya bertanya: “Kemudian apalagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersab-da: “Jihad di jalan Allah”. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Jabir bin Abdullah sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya saya mempunyai harta dan anak, dan bapak saya meng-inginkan hartaku. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu”. (Muttafaq ‘alaih).

Dan petunjuk birrul walidain yang terbaik adalah sikap yang telah ditunjukkan oleh para nabi ‘alaihimus shalatu wa salam sebagai simbol anutan dan petunjuk bagi setiap manusia.

Nabi Ismail ‘alaihi salam berkata dan ucapannya diabadi-kan dalam firman Allah Ta’ala:

     ”Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar”. (Ash-Shafaat: 102).

Nabi Nuh ‘alaihi salam berkata juga dan ucapannya dise-butkan dalam firman Allah Ta’ala:

    “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman”. (Nuh: 28)

Nabi Isa ‘alaihi salam juga disifati oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

    “Dan berbakti kepada ibuku”. (Maryam: 32)

Nabi Yahya ‘alaihi salam juga disifati oleh Allah Ta’ala demikian yang disebutkan dalam firman Allah:

    “Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka”. (Maryam: 14)

Betapa indahnya bila seorang muslim bisa mencontoh dan mengikuti jejak para nabi.

Oleh: kalong512 | September 25, 2007

Open Together ……

Ada hal yang berbeda pada bulan puasa kali ini. jika dibandingkan dengan bulan puasa pada tahun yang lalu. Wah apa ya….bedanya….?

Pada bulan puasa kali ini, khususnya di wilayah 0512 telah diadakan pemilihan Ketua RT. Alhamdulilah semua proses dapat berjalan dengan lancar. ada lagi yang beda….pada bulan puasa ini ..wilayah Kampret atawa kalong udah punya saung. Ya…gak bagus bagus amat sich…tapi inilah yang kita punya….kita cukup bangga dengan apa yang kita punya. dengan haraparan semua fasilitas yang ada agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Rasanya udah gak sabaran nich kita memanfaatkan saung. anak anak , ibu ibu dan juga para bapaknya udah gak sabar untuk berkumpul di wilayah saung. Ya …kita berharap dengan adanya saung ini maka keakraban para warga akan lebih baik lagi. Nach ini udah terbukti….Apa ya buktinya..?????

Nach buktinya semua warga sekitar ingin cepat cepat memanfaatkan saung untuk acara berbuka bersama. Ibu ibu saling berkordinasi satu sama lainnya. sementara anak anak bermain di sekitar saung. Animo masyarakat sangat kuat sekali…dalam acara buka puasa bersama ini banyak aneka masakan yang telah disajikan oleh ibu ibu. ada yang membuat kolak pisang..ada juga yang membuat empe- empe dan tekwan ( masakan Khas Palembang) ada yang membawa getuk. ada juga yang membawa es buah buahan. ada lagi yang membawa combro….( wah….wah…pokoknya menu makanan nya sangat bervariatif….nyesel dech kalo gak dateng )

Dan yang jelas ini sudah menjadi agenda mingguan kayaknya. Jadi buat yang pengen ikut…siap-siap aja minggu sore..jangan jauh-jauh dari saung…

Keakraban serta kebersamaan nampak jelas terlihat dan tergambar pada wajah wajah ceria. penuh dengan canda dan tawa. satu sama lain saling mengisi dan saling menghargai..

Mudah mudahan …kebersamaan kita tidak akan pernah luntur dengan berputarnya waktu. Kami sangat berharap semoga kebersamaan ini akan terus terjaga hingga sampai pada anak cucu kita….

( Ingat…ini kampung kita yang penuh dengan keragaman, suku dan budaya serta agama. untuk itu mari kita jaga dan kita bina agar kita senantiasa bisa hidup berdampingan dengan damai. biarkanlah kampung kita penuh dengan warna karna itu adalah kekayaan kita. sepanjang tetap sesuai dengan norma dan agama )

Buka Puasa plus-plus

Maen-maen di “Sukabumi” 

Oleh: kalong512 | September 24, 2007

Giat PeMilihan RT…..Final

Malam Minggu TIm KPKRT ( Komisi Pemilihan Ketua Rukun Tetangga 0512) berkumpul dirumah bapak ketua pelaksana yaitu bapak Anam, untuk membahas dan mempersiapkan pelaksanaan penghitungan suara yang akan diadakan pada hari Minggu. intinya Technical Meeting, dengan tujuan supaya dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan lancar. Dan Alhamdulilah hasil dari pertemuan malam minggu yang dipimpin oleh Bpk. Anam berjalan dengan lancar sesuai dengan yang kita inginkan.

 

[Ini adalah Giat warga yang pertama dalam melaksanakan Pemilihan Ketua RT yang menggunakan sistem dan mekanisme Demokarasi terarah. Terus terang dengan banyak belajar dari waktu-waktu sebelumnya, dimana setiap kali diadakan pemilihan untuk mencari seorang Ketua, yang sering terjadi adalah dengan sistem penunjukan atau sistem Vonis. Hal ini tentunya sangat meyedihkan sekali. Kami yakin dan sangat sadar , bahwa sistem yang kami buat ini bukan merupakan sistem yang terbaik. Namun terus terang untuk saat ini, ini adalah sistem yang ada dan ini adalah sistem yang sudah siap. Walupun mungkin ada dari sebagian dari warga kita yang mempunyai sistem yang lebih bagus dan layak, namun apabila tidak terkonsep dan tidak siap, maka akan sulit untuk dapat dilaksanakan.]

 
 

Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang leader tentunya. ini terbukti dari 10 nama calon yang sudah terjaring sebagai calon ketua RT, ada 6 nama calon yang menyatakan ketidak-siapannya untuk maju kebabak berikutnya, yaitu pemilihan ketua RT. Tentunya dari masing masing calon tersebut mempunyai alasan yang berbeda antara satu dan yang lainya. Untuk menjadi seorang Leader, ternyata bukan hal yang mudah. Tidak semua orang mampu menjadi seorang leader. Sukses buat 4 calon RT yang siap maju untuk menjadi calon ketua RT.

Hari minggu kali ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagi semua warga di Puri Bintaro Hijau 0512. minggu ini tentunya sangat beda dari minggu minggu sebelumnya. Banyak warga yang berusaha memprediksi, siapa kira kira dari 4 kandidatCalon RT yang akan terpilih menjadi Ketua RT. Tentunya masing masing dari warga mempunyai prediksi yang berbeda satu sama lainya, karena dari 4 nama calon yang muncul, mempunyai kans yang berbeda beda.

Arak arakan foto 4 calon Ketua RT, yang dipandu langsung oleh bapak Amal Ma’ ruf melibatkan anak- anak remaja putra dan putri RT 05/12. Dalam acara ini anak- anak remaja putri bertugas membawa gambar foto 4 kandidat RT, dan anak- anak remaja putra bertugas sebagai Marching Band. Arak arakan foto 4 kandidat RT dimulai pukul 16.00. Rutenya …Start dimulai dari Wilayah Saung Kampret, langsung menuju kewilayah Blk D6. D7 dan D8 kemudian melintas di sekitar Lap voly D3 dan langsung menuju ke Arena penghitungan Suara, yaitu Lapangan Bulu Tangkis di wilayah Blk. D1 dan D2.

Iring iringan musik Drum Band yang dibawakan oleh remaja putra dan putri membawa nuansa yang berbeda. Banyak warga yang dibuat penasaran. “wah apa lagi nich”…”kok ada drum band segala”…”wah…pasukan opo iki”…”wah..wah..edan tenan iki”….atau cman sekedar geleng-geleng kepala. Pokoknya banyak komentar warga dalam menanggapi antusias ini.

Apalagi ketika melihat di lokasi penghitungan suara. Melihat 4 nama calon Ketua RT duduk berdampingan menggunakan pakaian batik resmi dan menggunakan Kopiah. Para panitia menggunakan seragam kemeja putih dengan menggunakan Blazer hitam, dan Para Saksi menggunakan Batik semi-formal sedangkan untuk pasukan anti huru hara ya sopo maneh kalo gak grup Kampret lagi.

Setelah segala kelengkapan sudah ada, maka untuk acara penghitungan suara dapat segera dimulai. Masing masing panitia telah siap dengan tugasnya. Bapak Anam Bertugas sebagai pengambil kertas dalam kotak suara, kemudian Pak De Karmidi bertugas sebagai Pembaca kertas suara, sementara Kang Agus bertugas sebagai yang menunjukan kertas kepada para saksi apakah kertas suara tersebut sah atau tidak. Dan kemudian yang bertugas sebagai saksi ada 5 orang yang terdiri dari para kordinator blok yang berasal dari 5 wilayah blok. Mereka adalah Bpk Suyatno perwakilan dari Blk.D1 kemudian Bpk. Widi perwakilan dari Blk.D2, Bpk. Ngadilan perwakilan dari Blk.D3 . Bpk Fratelo Sidik perwakilan dari Blk. D4 dan D5, dan Bpk. Marsudi perwakilan dari Blk. D6.7 dan D8.

Ada lagi petugas yang bertugas mencatat hasil perolehan suara di papan perolehan suara, yaitu saudara Tian dibantu dengan saudara Febi . Kemudian yang gak kalah pentingnya adalah yang bertugas sebagi penyedia sarana yaitu saudara Monox.

Acara berlangsung cukup tegang dan cukup tertib. Sementara petugas melakukan penghitungan suara dan ada yang mencatat hasil suara ada lagi yang bertugas sebagai saksi. Kemudian 4 kandidat RT duduk rapi menyaksikan hasil perolehan suara, dan warga pun duduk tertib dan rapi menyimak acara penghitungan suara. Sementara itu sebagian dari ibu ibu mempersiapkan hidangan buat buka puasa bersama.

Penghitungan suara pun berlangsung cukup menegangkan. Gimana nggak..ada dua nama yang saling kejar kejaran dalam perolehan suara. yaitu untuk calon no 3 atas nama Bpk. Tarigan dan calon No.4 atas nama bpk Budiantoro. saat penghitungan suara berlangsung 4 kandidat calon RT saling menebarkan tebar pesona. gak tau maksutya apa. ya mungkin ada yang berfikir “slamet-slamet nama gue gak kepilih” dan ada lagi ” aduh gimana nich kalo gue terpilih “terus ada lagi ” ah kenapa musti aku lg yg terpilih, kapan aku istirahatnya ” ….( intermezo….)

Akhirnya…..Penghitungan perolehan suarapun selesai sudah. Setelah dilakukan cek ulang kembali. dan clear….maka dari hasil perolehan suara untuk bpk. Mujiyanto mendapatkan 11 suara dan untuk bpk Asep memperoleh 6 suara kemudian untuk bpk J.Tarigan memperoleh 101 suara dan untuk bapak budiantoro memperoleh 85 suara.

 

Dari hasil perolehan suara tersebut, maka akhirnya ditetapkan bahwa yang akan menjabat sebagai Ketua RT 5 RW 012 Puri Bintaro Hijau periode 2007-2010 adalah Bapak J. TARIGAN

 
 

SELAMAT DAN SUKSES BUAT BAPAK TARIGAN

 

Kita Siap membantu buat membangun Wilayah 0512. Mari kita bangun wilayah kita dengan cara, kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang besifat positif. Insya Allah Kampung kita akan menjadi kampung yang masyarakatnya saling peduli satu sama lain…hidup rukun dan damai . Hidup berdampingan rukun dan damai walaupun kita berbeda. Ingat…Saudaraku…Kita ada Karena kita berbeda…..

Dokumen Pemilu 512-2007 #1

Dokumen Pemilu 512-2007 #2

Marching Band 512

Oleh: kalong512 | September 20, 2007

Sleeping Field…

Lahan Tidur.

Klo diperhatikan, di kompleks PBH kita ini terlalu banyak lahan kosong , karena memang awalnya adalah areal persawahan atau perkebunan. Lahan kosong tersebut bisa berupa lapangan yang tidak ada bangunan maupun bagian dari bangunan yang belum ditempati oleh pemiliknya.

1dscn1055.jpgTetapi apabila dibiarkan akan menimbulkan areal ilalang dan rumput yang besar-besar dan terkesan kurang rapi dan terawat, yang lebih parah bisa jadi sarang ular atau hewan lain.

Dengan modal itulah maka beberapa warga 512 berinisiatip untuk memanfaatkan ‘lahan tidur’ tersebut dengan menanami beberapa tanaman bermanfaat.

Dimotori oleh Pak Dhe, Pak telo, Pak Topik dan dibantudscn0116.jpg warga lain, Dengan modal semangat dan sedikit bibit beli di jalan minimal pemanfaatan lahan tersebut dapat dimulai. Tentunya cukup memanfaatkan lahan di sekitar rumah saja.

Meski belum siap panen, minimal 3 bulan terakhir ini sudah mulai kelihatan hasilnya. Pohon Singkong, ketela, Jagung, kacang sudah mulai tumbuh. Beberapa tanaman buahpun juga sudah mulai ‘akil balik’ alias kelihatan bentuknya.
picture-210.jpgKawasan kelihatan rapi, tanpa ilalang dan rumput liar, berkesan terawat. Dan tentunya pas panen nanti bisa dimanfaatkan bersama-sama.
Ayo manfaatkan lahan tidur.

Poto² Menanam jagung di kebun kita

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori